Enam Hal Yang Tidak diMiliki Oleh Enam Perkara

Ahnaf bin Qais berkata:”

  1. Tidak ada ketenangan bagi orang yang hasud;
  2. Tidak ada muru’ah (Harga diri) bagi pendusta;
  3. Tidak ada kecakapan bertindak bagi orang yang bakhil;
  4. Tidak ada amanah bagi orang yang diperbudak;
  5. Tidak ada kehormatan bagi orang yang berbudi pekerti buruk;
  6. Tidak ada penolakan bagi ketentuan Alloh.”

src: Nashilhul ibad:5:14.

Enam Perkara Yang di Rahasiakan Alloh

Umar RA berkata:

“Alloh Ta’ala menyembunyikan enam perkara dalam enam perkara yang lain, yaitu:

1. Alloh menyembunyikan keridaan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya;

2. Alloh menyembunyikan murka-Nya dalam kemaksiatan seorang hamba-Nya;

3. Alloh menyembunyikan Lailatul Qadar dalam bulan Ramadlan;

4. Alloh menyembunyikan para wali di antara manusia;

5. Alloh menyembunyikan kematian dalam umur;

6. Alloh menyembunyikan ‘Asholatul wustha’ (Sholat yang paling utama) dalam sholat lima waktu.”

src: Nashoihul ‘ibad:5:4.

Lima Sifat Tercela

Ali ra. berkata:

“Jika tidak ada lima sifat tercela, niscaya manusia seluruhnya akan menjadi orang shalih, kelima sifat tersebut yaitu:

1. Merasa senang dengan kebodohan;

2. Rakus terhadap harta keduniaan;

3. Bakhil dengan kelebihan harta yang dimiliki;

4. Riya’ dalam setiap amal yang dilakukan;

5. Senantiasa membangggakan pendapat sendiri.”

Src. nashoihul Ibad:4:7

Lima Tanda Orang Bertaqwa

Utsman ra. berkata:

“Ada lima hal yang merupakan tanda orang yang bertaqwa, yaitu:

1. Tidak suka bergaul, kecuali dengan orang-orang yang dapat memperbaiki agamanya dan dapat membuatnya memelihara kemaluan dan lisanya;

2. Jika mendapat musibah besar dalam urusan duniawi, ia menganggapnya sebagai hukum karma;

3. Jika mendapat musibah dalam masalah agama meskipun sedikit, dia bersedih;

4. Tidak suka memenuhi perutnya dengan makanan yang halal sekalipun, karena khawatir kalau-kalau tercampur dengan yang haram;

5. Memandang orang lain lebih bersih dari dosa, sementara memandang dirinya sebagai orang yang penuh dosa.”

src. Nashoihul Ibad:4:6

Empat “Perampas” yang Pasti Datang

Sebagaian Ahli bijak berkata: “Manusia menghadapi empat ‘perampas’ pasti, yaitu:

1. Malaikat izrail akan merampas nyawanya;

2. Ahli waris akan merampas harta bendanya;

3. Belatung akan merampas tubuhnya (dalam kubur);

4. Orang yang pernah dizhalimi akan merampas amalanya.”

Src. nashoihul ibad:2:33

Empat Waktu yang Tidak diLewatkan Orang Berakal

Dalam Kitab Zabur disebutkan bahwa Alloh telah memberi wahyu kepada Nabi Dawud: “Sesunggunya orang yang berakal lagi bijak tidak akan melewatkan empat waktu penting, yaitu:

1. Waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya (Tuhanya);

2. Waktu untuk muhasabah (Koreksi diri);

3. Waktu untuk bersilaturahmi kepada saudara-saudaranya yang menceritakan aib dirinya;

4. Waktu untuk mengendalikan diri dari berbagai kenikmatan meskipun halal.”

src: Nashoihul ibad:3:36

Empat Kenikmatan yang Hakikatnya Hanya Bisa di Rasakan Oleh Empat Golongan

Hatim Al-Asham mengatakan: “Ada empat hal yang hakikatnya hanya bisa diketahui oleh empat golongan yang pernah merasakanya, yaitu:

1. Masa muda tidak terasa nikmatnya, kecuali bagi mereka yag sudah tua;

2. Keselamatan tidak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang terkena musibah;

3. Kesehatan badan tidak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sedang jatuh sakit;

4. Hidup ini tidak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sudah mati.”

src: Nashoihul ibad:3:31